Monday, June 24, 2013

Urusan "GILA"

Di dunia ini, banyak orang mencintai seseorang yang bahkan bicara dengannya langsung lebih dari 5 menit sajapun belum pernah.....

Itulah kenapa urusan perasaan itu disebut 'gila'

Mungkin itu termasuk kalian, bukan ?

Diam-diam memendam perasaan.
Tapi tidak mengapa.
Bersabarlah.
menunggu.
besok lusa, jika tiba waktunya, benar caranya, dan berjodoh,

kalian bisa menghabiskan 50 tahun bersamanya.... :")
laanjut »»  

Thursday, June 20, 2013

P A G I

aku tahu, saat membaca tulisan ini....

di tempat kalian mungkin sedang siang, sore, atau boleh jadi malah malam hari.

selamat pagi..........

bagiku waktu selalu pagi
diantara potongan dua puluh empat jam sehari,
bagiku pagi adalah waktu paling indah.
ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan
ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengembang di persawahan hingga
nun jauh di kaki pegunungan.

pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi.
pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi
malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.




#sunset bersama rosie
laanjut »»  

Wednesday, June 19, 2013

Busuknya Kebencian

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan "permainan".
Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa--tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati, masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka, tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut ke mana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu, murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?"

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari "permainan" yang mereka lakukan.

Ibu Guru : "Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk ke manapun kita pergi. Itu hanya 1minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya ..."
laanjut »»  

ELANG DAN KALKUN



 
 

Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman baik. Di manapun mereka berada, kedua teman itu selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.
Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!” Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus.”
Mereka melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini.”
Ajakannya membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?” Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan di sini. Tuan Petani memberikan apapun yang kami inginkan.” Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani.
Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?” Sapi menjawab, “Tepat sekali! Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.
Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang di sana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah kita bangun. Di samping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”
Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa imbalan. Tapi saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik.”
Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap di mana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana ke depannya.
Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.
Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanks giving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.
Sososo... hikmahnya adalah ketika kita menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, kita mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan kita. Dan kita akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi. Seperti pepatah kuno, “selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”. SEMANGAT! ^__^

laanjut »»  

Tuesday, June 18, 2013

Hujan dan Kenangan


Hujan dan kenangan....
Hujan membawa aliran kisah
Hujan menggetarkan bumiku
Padahal ia hanya setitik air yang beraninya jatuh berombongan

Hujan dan kenangan
Hujan membawa aliran kisah
Cerita tak berujung ditepi jendela
Seperti masa kanakku
melihat lubang-lubang kecil berderet ditanah
itu bekas yang hujan tinggalkan

Hujan dan kenangan
hujan membawa aliran kisah
bersama jatuhnya hujan basahi bumi
bagaimana perasaan ini akan aku jelaskan ?
ah hujan.. kau teman romantis tak terkira

Hujan dan kenangan
hujan membawa aliran kisah
taukah kabarnya hari ini hujan ?
ataukah jangan-jangan kami sedang sama-sama terpaku
menikmati deraimu yang tak lerai..
meski pada dua jendela yang berbeda


Ah.... aku begitu menyukai hujan dengan segala kenangan yang ditinggalkannya..




*Makassar 18 Juni 2013 saat menanti dosen dikelas berteman hujan
laanjut »»  

Sunday, May 12, 2013

cinta

tersadar dalam kesaksian terhadapMu
agarku tak lalai mengingatMu
mataku melihat telingaku mendengar
tanganku seakan menggenggam dunia

diriku mulai berjalan
menikmati masa tanpa dosa
aku diajari mengingatMu
kadang diri ini acuh

saat semua bisa aku logika
seringkali aku lupa
siapa dibalik semua yang aku capai
merasa seakan semua aku capai sendiri

aku mulai mengenal cinta
cintaku pada mereka yang membesarkan aku
menangis ketika mengingat mereka dari jauh
sering kali ku peluk mereka saat bertemu karena rindu

ternyata ada cinta yang lain
cinta terhadap makluk
benci rindu cemburu sayang
semua dirasakan dalam balutan cinta

namun ini bukan cinta abadi
kusadari kamuflase ini
ku mencari cinta
bukan dia bukan dia bukan pula dia mereka fana

mataku tak perlu terpejam untk merasakan cinta ini
ku menangis dalam memujiNya
bergetar ketika namaNya disebut
ku tersujud tersungkur mengingat dosaku

ketika raga ini ditidurkan
namun jiwa ini tersadar
nafasmu mulai tak normal
kudengar suara menuntun diriku mengucapkan "Lailahaillah...Lailahaillah..."

Namun sebenarnya telah ku temukan jalan pulangku
dalam raga yang tertidur ku berucap "sssttttt mama jangan berisik, aku uda nemu jalan pulangku"
ku tarik nafasku yang terakhir dengan menyebut "Ilallah...."
ku temukan cintaku yang sesungguhnya

cinta yang abadi
kutinggalkan semua yang fana dengan khusnul khotimah
ku bahagia dan berharap semua
semua yang aku kenal di tempat yang fana ini mengenalNya sebelum dipaksa mengenalNya
laanjut »»  

Saturday, May 11, 2013

Larangan Panjang Umur

selamat ulang tahun kami ucapkan
selamat panjang umur kita kan doakan...

pasti anda sangat familyar dengan sepenggal lagu di atas, namun ada perlu ketahui bahwa dalam islam tidak diperbolehkan seseorang berdoa untuk panjang umurnya. Ayat berikut akan memberikan pencerahan terhadap anda.



وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

Dan sesungguhnya akan engkau dapati mereka itulah yang seloba-loba manusia terhadap hidup , dan lebih dari orang-orang yang musyrikin, ingin setiap orang dari mereka jikalau diberi umur seribu tahun. Padahal tidaklah akan menunda-nundanya dari azab panjang umurnya itu. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

Allah swt. memberikan penjelasan bahwa Nabi Muhammad saw. akan menjumpai orang-orang yang mengingini kehidupan yang kekal di muka bumi. dan mereka berusaha dengan cara apapun juga agar mereka dapat hidup kekal. Mereka itu sebenarnya tidak yakin akan dugaan mereka sendiri. Meskipun yang dinyatakan dalam ayat ini hanya mengenai orang-orang yang hidup pada masa turunnya ayat akan tetapi ketentuan itu berlaku terus sepanjang masa. 

Bahkan orang-orang Yahudi itu orang-orang yang paling loba di antara seluruh manusia, bahkan melebihi orang-orang musyrikin. Sikap demikian itu mendapat celaan dan kemarahan yang sangat dari Allah. Karena orang-orang musyrikin tidak percaya adanya hari berbangkit, maka kelobaan orang-orang musyrik terhadap kenikmatan dunia bukanlah barang yang aneh. Akan tetapi orang-orang Yahudi yang percaya pada Al Kitab dan mengakui adanya hari pembalasan. maka seharusnya ia tidak terlalu loba terhadap kehidupan dunia ini. Masing-masing mereka mengingini hidup di dunia seribu tahun atau lebih. 

Karena itu pantas kalau Allah marah dan menghukum mereka. Panjang umur mereka di dunia ini tidaklah dapat menolongnya dan tidak pula dapat menjauhkannya dari siksaan yang tersedia bagi mereka di akhirat, lagi pula umur itu meskipun betapa panjangnya, pasti berakhir. Dengan lain perkataan panjangnya umur tidak akan dapat melepaskan diri mereka dari siksaan Tuhan, karunia Allah swt. Maha Mengetahui perbuatan-perbuatan mereka, baik yang tersembunyi, ataupun yang mereka lakukan secara terang-terangan. Dan seluruh perbuatan yang timbul dari mereka pasti diberi balasan yang setimpal .

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan kaum yang mendambakan kehidupan abadi. 
Wallahu a'lam bishowab 

laanjut »»  

Saturday, May 4, 2013

Sang Mujahid (Untuk Ust Jefry Al Bukhori)


Ribuan langkah kau tapakki
Demi amanah sang Rabbi
Dengan ketawadhuan
Dengan kebijakkan.
Kau menjalani amanah ini

Masa Lalumu yang buram.
Tidak menghalangi perjalanan masa kini,
Kau sampaikan ajaran Rosulmu.
Kau sampaikan kebenaran itu

Tanpa beban kau jalani
Walau Amanah itu berat
Kau sampaikan dengan ringan.
Kau sampaikan bersahabat

Namun.
Kau selalu berperan dalam keluargamu.
Kau sosok mujahid untuk keturunanmu.
Kau imam terbaik untuk bidadarimu kelak

Semua makhluk berdoa
Panjatkan ampun bagimu
Selamat jalan tentara Allah
Surga kekal dan abadi
laanjut »»  

Mahasiswa vs Professor




Suatu saat di sebuah ruangan kuliah terjadi percapakan sebagai berikut:
Profesor: "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?"
Seorang mahasiswa: "Betul, Dia yang menciptakan semuanya"
"Tuhan menciptakan semuanya?" tanya profesor sekali lagi.
"Ya Pak, semuanya," kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan..."
Mahasiswa itu terdiam & tidak bisa menjawab hipotesis profesor tersebut.
Mahasiswa lain berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu ?"
"Tentu saja," jawab si Profesor.
Mahasiswa : "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu-460F adalah ketiadaan panas sama sekali & semua partikel menjadi diam & tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas...."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada ?"
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna & mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tak bisa mengukur gelap.
Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya..."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja!"
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu TIDAK ADA... Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan....
Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan....
Tuhan tak menciptakan kejahatan...
Kejahatan adalah hasil dari TIDAK ADA-nya Tuhan di hati manusia...."
Profesor itu terdiam....

Nama mahasiswa itu adalah: Albert Einstein...
laanjut »»  

KISAH 4 LILIN






Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan di antara mereka.


Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eh apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

"Jangan takut. Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya, “Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Nah, Sob... hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas adalah bahwa hidup tak selamanya terang, adakalanya angin berhembus, meredupkan "lilin-lilin" kita. Dalam situasi dan kondisi sesulit apapun, jangan sampai deh putus harapan, terlebih harapan kepada-Nya. Karena dengan harapan, insya Allah kita bisa bertahan dan dengan izin-Nya kita bisa menyalakan "lilin" lain kehidupan kit
laanjut »»