Showing posts with label Tere liye. Show all posts
Showing posts with label Tere liye. Show all posts

Saturday, November 23, 2013

Semua Orang Suka

Semua orang suka melihat pantai
Biru menghampar air lautan
Sejauh mata memandang terlihat bening
Angin tanpa saputan awan
Sungguh mengagumkan

Tapi tidak tahukah, Kawan
Pantai terindah justeru ada di hati kita masing-masing
Biru menghampar air pemahaman
Sejauh mata mencerna terasa lega
Tanpa gumpalan benci dan cemas
Sungguh lebih mengagumkan

Semua orang suka melihat air terjun
Rimbun pohon di sekitarnya
Butir air terbang menerpa wajah
Begitu sejuk dan dingin

Semua orang suka melihat gunung
Hijau gagah berselimut kabut
Terasa alami dan bersahaja
Begitu kokoh dan mengagumkan

Tapi tidak tahukah, Kawan
Air terjun paling indah ada di hati kita
Gunung paling perkasa ada di hati kita

Mulailah perjalanan memahaminya
Bahkan kita bisa melihat pelangi sejuta warna di dalamnya

laanjut »»  

Pertanyaan : (bagaimana agar kita tahu)?!

Pertanyaan: "Bagaimana agar kita tahu cowok itu baik hatinya ?"

Jawaban: Banyak sekali caranya. Salah-satunya adalah, lihatlah cara dia memperlakukan Ibunya. Kalau dia bela-belain nungguin wanita lain, bela-belain hujan2an menjemput wanita lain, tapi disuruh ibunya satu hal saja yg sepele banyak alasan, jelas tidak. Kalau dia bela-belain ngasih hadiah, ntraktir makan, dsbgnya untuk wanita lain, tapi ngasih ibunya benda murah, sederhana saja nggak pernah, jelas tidak.

Laki-laki yang baik, selalu memuliakan Ibunya--bahkan kalaupun Ibunya berlaku jahat padanya.

***

Pertanyaan: "Bagaimana agar kita tahu cewek itu baik untuk kita ?"

Jawaban: Banyak sekali caranya. Salah-satunya (dan jelas ini hanya salah-satunya) adalah, lihatlah bagaimana dia menjaga kehormatan diri sendiri, dan kehormatan orang-orang di sekitarnya.

Kehormatan diri sendiri adalah tentang menjaga perasaan, berpakaian, berpenampilan, membawa diri, bergaul dan sebagainya. Kehormatan orang2 di sekitarnya adalah tentang meletakkan, menghargai dan memperlakukan orang lain, mulai dari cara bicara hingga sikap dan perbuatan. Kalau dia suka menunjuk2, menyuruh2, membantah sembarangan, jelas tidak. Kalau dia bahkan berpakaian saja tidak merasa penting, jelas tidak.

Jika wanita itu bisa menjaga kehormatan diri sendiri dan kehormatan orang2 di sekitarnya, maka dekat sekali dia dengan mampu menjaga kehormatan suami dan keluarganya kelak
laanjut »»  

Monday, July 22, 2013

Cinta itu adalah......

cinta itu adalah....
ketika kita selalu mengingat seseorang
tapi sesorang itu sama sekali tidak mengingat kita
kita tetap selalu yakin atas cinta kita

Cinta itu adalah....
ketika kita selalu menjadi yang pertama peduli
selalu menjadi orang terakhir yang menyerah

Meski seseorang tersebut tidak tahu
kita tetap selalu yakin atas cinta kita
Tidak berkurang walau sejengkal

Cinta itu adalah...
ketika kita mengorbankan apapun milik kita
tanpa berharap seseorang akan membalasnya
Kita tetap bersedia melakukannya
tidak berkurang rasa cintanya


Cinta itu adalah....
ketika kita selalu lirih menyebut namanya dalam doa
Meski seseorang itu sedang tidur, jauh...
bahkan tidak menyadarinya
Kita tetap berharap yang terbaik
tidak berkurang keyakinan kita


Itulah cinta yang sejati
Tidak perlu jauh-jauh mencarinya
Cinta seperti ini ada pada ibu kita.

baca ulang sajak ini dari awal
sambil membayangkan ibu kita
semoga paham hakikat cinta yang baik.

#ummi :D
laanjut »»  

Monday, July 15, 2013

Memiliki-mu

Saya mencintai sunset,
menatap kaki langit, ombak berdebum
Tapi saya tidak akan pernah membawa pulang matahari ke rumah,
kalaupun itu bisa dilakukan, tetap tidak akan saya lakukan

Saya menyukai bulan,
entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana
Tapi saya tidak akan memasukkannya dalam ransel,
kalaupun itu mudah dilakukan, tetap tidak akan saya lakukan

Saya menyayangi serumpun mawar
berbunga warna-warni, mekar semerbak
Tapi saya tidak akan memotongnya, meletakkannya di kamar
tentu bisa dilakukan, apa susahnya, namun tidak akan pernah saya lakukan

Saya mengasihi kunang-kunang
terbang mendesing, kerlap-kerlip, di atas rerumputan gelap
Tapi saya tidak akan menangkapnya, dibotolkan, menjadi penghias di meja makan
tentu masuk akal dilakukan, pakai perangkap, namun tidak akan pernah saya lakukan

Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
Yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki

Ada banyak sekali jenis suka, kasih dan sayang di dunia ini
Yang jika memang demikian, tidak harus dibawa pulang

Egois sekali, Kawan, jika tetap kau lakukan.
Lihatlah, tiada lagi sunset tanpa matahari
Tiada lagi indah langit tanpa purnama
Juga taman tanpa mawar merekah
Ataupun temaram malam tanpa kunang-kunang

Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
Yang jika sungguh cinta, kita akan membiarkannya
Seperti apa adanya
Hanya menyimpan perasaan itu dalam hati

Selalu begitu, hingga akhir nanti
laanjut »»  

Sunday, July 14, 2013

Sepotong Bulan untuk Berdua

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita melihat bulan yg sama,
mensyukuri banyak hal,
berterima-kasih­ atas segalanya,
terutama atas kesempatan utk saling mengenal,
esok-pagi, semoga semuanya dimudahkan..

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang satu,
percaya atas kekuatan janji2 masa depan,
keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerjakeras,
mencintai sekitar dengan tulus dan apa-adanya..

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang itu,
semoga yg maha memiliki langit memberikan kesempatan,
suatu saat nanti, dengan segenap pemahaman baik
menjaga kehormatan perasaan
kita menatap bulan,
dari satu bingkai jendela

*repos koleksi puisi2 lama; orang yg bisa menjaga kehormatan perasaan, bahkan dia tidak membiarkan siapapun tahu. menyerahkan urusannya pada Tuhan langsung
laanjut »»  

Saturday, July 13, 2013

Everlasting

Everlasting (by tere liye)

9 Juli 2013 pukul 14:58
Everlasting (by tere liye)
Saat kita sedang sendiri, kesepian, dalam masalah, membutuhkan teman, lantas teringat dengan seseorang, berharap banyak dia akan membantu, atau setidaknya mengusir sedikit gundah-gulana. Apakah itu disebut cinta? Tentu saja. Tetapi kalau demikian, bukankah cinta jadi tidak lebih dari seperangkat obat? Alat medis penyembuh? Selesai malasahnya, saat kita kembali semangat, sembuh, maka persis seperti botol-botol obat, seseorang itu bisa segera disingkirkan. Sementara, dong? Temporer? Juga tentu saja, kecuali kita selalu sakit berkepanjangan,­ dan mulai mengalami ketergantungan dengan seseorang tersebut. Jika demikian maka cinta jadi mirip nikotin, candu.

Saat kita ingin selalu bersamanya, selalu ingin didekatnya, selalu ingin melihat wajahnya, senyumnya, nyengirnya, bahkan gerakan tangan, gesture, bla-bl-bla. Ingin mendengar suaranya (meski suaranya fals), tawanya (walau tawanya cempreng); apakah itu disebut cinta? Tentu saja. Bagaimana mungkin bukan cinta? Tetapi kalau hanya demikian, maka bawakan saja imitasi seseorang itu ke rumah, taruh seperti koleksi patung, jika ingin mendengar tawanya, stel sedemikian rupa biar dia tertawa, ingin melihat dia bicara, stel agar dia bicara. Bukankah hari ini sudah banyak teknologi imitasi seperti ini? Apakah itu akan berlangsung sementara? Boleh jadi, karena persis seperti kolektor yang memiliki koleksi benda antik, seberapapun berharganya, cepat atau lambat rasa bosan akan tiba. Bisa sih disiasati dengan jarang-jarang melihat koleksi tersebut, jarang-jarang bertemu biar terus kangen dan rindu, aduh, kalau demikian, maka cinta jadi sesuatu yang kontradiktif, bukankah tadi dibilang ingin selalu bersamanya.

Saat kita terpesona melihatnya, kagum menatapnya, begitu hebat, keren, terlihat berbeda, cantik, gagah, dan bla-bla-bla. Apakah itu disebut cinta? Bisa jadi. Tapi jika demikian cinta tak lebih seperti pengidolaan, keterpesonaan. Jika demikian, solusinya mudah, pasang saja posternya besar-besar di kamar. Jika kangen, tatap sambil tersenyum. Taruh foto-fotonya di mana-mana. Selesai urusannya. Apakah ini sementara? Temporer? Tentu saja. Saat idola baru yang lebih keren tiba, saat sosok baru yang lebih hebat datang, maka idola lama akan tersingkirkan. Jika demikian, maka cinta tak ubahnya seperti lagu pop, cepat datang cepat pergi. Persis seperti anggota boyband di tahun 80-an, basi di tahun 90-an, dan anggota boyband di tahun 2012, dijamin basi banget di tahun 2030.

Saat kita tergila-gila, selalu ingat dengannya, tidak bisa tidur, tidak bisa makan, berpikir jangan-jangan kita kehilangan akal sehat, apakah itu disebut cinta? Tentu saja. Tapi jika demikian cinta, maka ia tak lebih dari simptom penyakit psikis? Sama persis seperti penjahat yang jadi buronan, juga tidak bisa tidur, susah makan, dan terkadang berpikir kenapa ia bisa kehilangan akal sehat menjadi penjahat. Sementara? Temporer? Tentu saja. Waktu selalu bisa mengubur seluruh kesedihan.

Hampir kebanyakan orang akan bilang: “Saya tidak pernah tahu kapan perasaan itu datang. Tiba-tiba sudah hadirlah ia di hati.” Ada sih yg jelas-jelas mengaku kalau dia cinta pada pandangan pertama; sekali lihat, langsung berdentum hatinya. Tapi di luar itu, meskipun benar-benar pada pandangan pertama, kita kebanyakan tidak tahu kapan detik, menit, jam, atau harinya kapan semua mulai bersemi. Semua tiba-tiba sudah terasasomething­ happen in my heart.

Terlepas dari tidak tahunya kita kapan perasaan itu muncul, kabar baiknya kita semua hampir bisa menjelaskan muasal kenapanya. Ada yg jatuh cinta karena seseorang itu perhatian, seseorang itu cantik, seseorang itu dewasa, rasa kagum, membutuhkan, senang bersamanya, nyambung, senasib, dan seterusnya, dan seterusnya. Dan di antara definisi kenapa tersebut, ada yang segera tahu persis kalau itu sungguh cinta, ada juga yang berkutat begitu lama memilah-milah, mencoba mencari penjelasan yg akan membuatnya nyaman dan yakin, ada juga yang dalam situasi terus-menerus justeru tdk tahu atau tidak menyadarinya kalau semua itu cinta.

Cinta sungguh memiliki begitu banyak pintu untuk datang. Kebanyakan dari “mata”, mungkin 90%. Sisanya dari “telinga”. Dari bacaan (membaca sesuatu darinya), dari kebersamaan, dari cerita orang lain. Dari mana saja. Lantas otak akan mengolahnya, mendefinisikann­ya menjadi: sayang, kagum, terpesona, dekat, cantik, ganteng, cerdas, baik, lucu, dan seterusnya. Kemudian hati akan menjadi pabrik terakhir yang menentukan: “ya” atau “tidak”. Selesai? Tidak juga, masih ada ruang buat prinsip-prinsip­, pemahaman hidup, pengalaman (diri sendiri atau belajar dari pengalaman orang lain) untuk menilai apakah akan menerima kesimpulan hati atau tidak.

Ini proses cinta kebanyakan. Tetapi orang-orang yang paham, maka pintu datangnya cinta bukan sekadar dari mata atau tampilan fisik saja. Proses mereka terbalik, mulai dari memiliki prinsip-prinsip­, pemahaman-pemah­aman yang baik, lantas hati dan otak akan mengolahnya, baru terakhir mata, telinga dan panca indera menjadi simbolisasi cinta tersebut.

Tetapi apapun pintu dan prosesnya, jika akhirnya semua fase itu terlewati masih ada satu hal penting lainnya yg menghadang. Yaitu kesementaraan. Temporer. Apakah cinta itu perasaan yang bersifat temporer? Kabar buruknya ya. Jangan berdebat soal ini. Sehebat apapun cinta kita, pasti takluk oleh waktu. Tapi kabar baiknya, meski ia bersifat sementara, kita selalu memiliki kesempatan untuk membuatnya ‘abadi’, everlasting. Bagaimana caranya? Dengan pemahaman-pemah­aman yang baik. Ada rambu-rambu yang harus dipatuhi, ada nilai-nilai yang harus dihormati. Pasangan yang memiliki hal tersebut, mereka bisa menjadikan perasaan cinta utuh semuanya. Maka abadilah perasaan itu.

Terakhir, saat kita selalu termotivasi untuk terus berbuat baik hari demi hari, memberikan semangat positif, terus memperbaiki diri setiap kali mengingatnya, apakah itu juga disebut cinta? Yaps, inilah hakikat cinta. Saat perasaan itu menjadi energi kebaikan. Dan itu tidak berarti kita harus selalu menyampaikan kalimat itu. Orang-orang yang menyimpan perasaannya, menjaga kehormatan hatinya, dan menjadikan perasaan tersebut sebagai energi memperbaiki diri, maka cinta menjelma menjadi banyak kebaikan.

Apakah itu sementara? Memang sementara, nah, semangat untuk terus memperbaiki diri karena cinta tersebut akan menjadi jaminan keabadiannya. Percayalah, bagi orang-orang yang memiliki pemahaman yang baik, cinta selalu datang di saat yang tepat, momen yang tepat, dan orang yang tepat, semoga semua orang memiliki kesempatan merasakannya.

***poin catatan ini akan kacau balau jika kalian hanya mengambil yg kalian sukai, lantas jadi pembenaran apa yg sedang kalian lakukan. orang2 yg pacaran jelas sekali tidak akan memahami konteks tulisan ini dgn baik.
***repost dari salah satu naskah yg sy tulis 6 tahun silam
laanjut »»  

Thursday, June 20, 2013

P A G I

aku tahu, saat membaca tulisan ini....

di tempat kalian mungkin sedang siang, sore, atau boleh jadi malah malam hari.

selamat pagi..........

bagiku waktu selalu pagi
diantara potongan dua puluh empat jam sehari,
bagiku pagi adalah waktu paling indah.
ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan
ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengembang di persawahan hingga
nun jauh di kaki pegunungan.

pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi.
pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi
malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.




#sunset bersama rosie
laanjut »»